Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Merindu

Salahkah bila diri ini merindukannya Salahkah bila kumerindukan pelukannya Entah, aku tak mengerti rasa ini Ingin hati mengikhlaskannya, namun sering pula hati menangisinya Ingin tegar, namun aku terlalu rapuh Kucoba untuk berdiri tegak, tapi tanpa kusadar ku kembali terjatuh Sungguh kumerindukannya Sosok yg slama ini kusayang, kucinta, slalu kurindu saat jauh Sosok yg tegar meskipun kutau dia tak setegar itu Sosok yg penyayang... Banyak penyesalan yg ada dalam hati, Belum sempat aku membuatnya bahagia, Belum sempat dia melihat cucu cucunya beranjak besar Belum sempat dia merasakan dipanggil "eyang uti" oleh cucu2nya Allah... Aku sangat merindukan sosoknya Sosok yg bisa membuatku menjadi wanita yg kuat Saat2 terakhirnya pun aku belum sempat melihatnya, Sungguh menyesal hati ini Tak ada di dekatnya saat itu Allah... jangan biarkan ibuku sedih disana Persatukan ibuku dan kakakku di surgaMu Persatukan kami semua di surgaMu pada waktunya Jadikanlah kami ana...

Pasrah dan berserah

Terkadang kata pasrah dan berserah sering diasumsikan menerima semuanya yg sudah ditakdirkan tanpa berbuat apa2. Itu yang menjadi semua salah. Yang dimaksudkan adalah kita sebagai manusia berusaha semampu kita namun apa dalam hati ikhlas menerima apa yg sudah Allah takdirkan. Kadang hati ini masih bertanya2, kenapa selalu saja ada masalah, dan hidup ini tak tenang. Melihat orang disekeliling sepertinya bahagia dan tak memiliki beban masalah. Tapi setelah aku pikir dan telaah ulang, pemikiran tadi sangatlah bodoh. Apa iya kita tau semua masalah yang dihadapi orang2 disekitar kita. Aku rasa nggak. Setiao orang memiliki tingkat permasalahan yg berbeda. Bagiku itu masalah kecil, belum tentu orang lain merasa seperti itu. Sering sekali aku merasa masalah ini sangat berat dan sulit untuk dijalani, namun kata orang2 disekitar bilang Allah g akan menguji umatnya diluar keterbatasannya. Berarti sebesar apapun masalah yg sedang dihadapi, pasti ada jalan keluar untuk menyelesaikan masalah itu. ...

Ibu rumah tangga

Menjadi ibu rumah tangga tentu bukan impianku dulu. Ingin berkarir, jelas. Namun keinginan itu tak sebesar keinginanku untuk merawat, menjaga, dan mendidik anak2ku. Aku nggak pernah berpikir untuk menyerahkan anakku kepada orang lain dan aku pergi untuk bekerja. Menjadi ibu rumah tangga tak semudah yang dibayangkan. Mengurus anak, suami, dan rumah. Walaupun hanya di rumah, tapi hal itu juga sangat berat. Selama ini aku sangat menikmati jadi ibu rumah tangga. Walaupun terkadang merasa bosan yg ujung2nya mencurahkan kekesalan pada suami. Hihiii... maaf ya ayaahhh... setiap hari kena omelan. Tapi suamiku emang paling paling paling best lah... selama menikah dia selalu sabar ngadepin aku yg kekanak2an, yg selalu marah2, yg ngambekan. Tp dia tetep aja sabar n manjain istrinya. Ah,, g ada lelaki sebaik suamiku ini di dunia... (lebay) Mengurus anak gampang2 susah, apalagi klo anaknya sepintar dan sekreatif farzal. Mandi udah g mau diem, maunya berdiri trus, ngambil apa aja yg dilihat. Makan...

Buah hati

Gambar
Lama sudah tak menulis di sini, rinduuuu sekali. Akhirnya sempat juga untuk menulis. Alhamdulillah akhirnya hidup ini sempurna, memiliki buah hati dari. Tanggal 2 agustus 2013 lahirnya seorang bayi laki2 yg sangat lucu dan tampan. Tanggal 1 agustus terpaksa aku harus menjalani induksi karena bayi yg ada diperut ini tak kunjung memberi tanda2 untuk melihat indahnya dunia ini. Semalaman aku terus berjalan2 agar proses persalinan cepat dan mudah. Tapi jam 11 malam aku diminta tidur oleh perawat agar besok fit dalam menjalani persalinan. Keesokan harinya  rasa mulas tak terasa, aku pun terus jalan2 di area rumah sakit. Skitar jam stgh 8 sudah mulai terasa mulas, akhirnya aku kembali ke kamar. Dan aku makan agar kuat untuk menjalani proses persalinan. Suami selalu ada disampingku untuk menjagaku. Smakin lama rasa mulas smakin terasa, akhirnya aku panggil perawat, lgsg aku dibwa ke ruang bersalin. Saat dicek ternyata sudah bukaan 5. Kemudian bidan dtg dan mengecek lgi trnyata bukaan 6. ...